Solo-Jogja Trip

23 Jul

Lama juga tidak mengisi blog ini dikarenakan hari-hari liburan saya penuh dengan segudang kegiatan. Salah satunya adalah plesir ke luar kota yaitu Solo-Jogja. 4 Hari 3 Malam saya habiskan bersama sahabat saya Kartini Retno (Eno). Sayang sekali teman-teman yang lain nggak bisa ikut 😦

Hari – 1 : Perjalanan darat Jakarta-Solo

Menghabiskan waktu 12 jam perjalanan menggunakan mobil VW Caravelle. Melewati beberapa kota seperti Indramayu, Pekalongan, Semarang, danΒ  lainnya. Perjalanan cukup lancar dengan sedikit kemacetan. Berangkat dimulai dari pukul 06.00 dan sampai di Solo sekitar maghrib. Kami belum berkelana kemana-mana untuk hari pertama, melihat kondisi kaki yang kebanyakan nekuk karena duduk, hehe πŸ˜›

Hari – 2 : Per-CANDI-an

Hari kedua kami gunakan untuk wisata sejarah ke dua candi yang sangat memukau di daerah Jumog dan Karang Anyar, Solo. Tapi sebelumnya kami makan pagi dulu di Soto Triwindu di Jalan Teuku Umar. Sotonya mirip soto kudus tapi saya sangat jatuh cinta dengan rasa dagingnya. Lidah bergoyang-goyang kegirangan, hahaha! πŸ˜€

Setelah perut kenyang, kami menuju ke daerah Jumog, tempat dimana lokasi candi pertama yaitu Candi Sukuh. Berada di ketinggian 910 meter di atas laut. Terdapat 3 pelataran yang berbeda dengan berbagai ukuran candi. Awal melihat candi ini saya teringat bangunan yang dimiliki oleh Suku Maya. haha.. Yang saya sangat sukai adalah segarnya udara yang ada di kompleks candi ini mengingat kita berada sangat tinggi di puncak perbukitan.

Setelah puas menikmati Candi Sukuh, kami bergegas pergi ke Candi Cetho yang berlokasi di kaki gunung Lawu, Karang Anyar. Candi ini lebih tinggi lagi lokasinya daripada Candi Sukuh yaitu 1400 meter diatas permukaan laut dan memiliki track yang lebih ekstrem. Kompleknya lebih luas dan bertingkat-tingkat. Mengagumkan!

Setelah lelah menyusuri candi-candi di Solo. Kami makan siang dengan hidangan Sate Kelinci. Makanannya mungkin biasa saja, tapi tempatnya yang luar biasa. Menempuh perjalanan hampir setengah jam ke Tawangmangu dekat sekali dengan pintu masuk ke Gunung Lawu dan juga perbatasan antara Jawa Tengah dan Timur. Dikelilingi dengan pegunungan yang sangat indah dan hawa dingin yang cukup menusuk (hebatnya ga ada satu pun dari kami yang bawa jaket atau baju hangat) Haha.. Sedikit gila memang!

Hari – 3 : Belanja yuk Belanja!

Kami makan siang di Pecel Solo. Tempatnya unik karena berbentuk seperti Tempoe Doeloe. Rasanya? Jangan ditanya! Pecelnya enak banget nget nget! πŸ˜€

Jujur saja, saya kalap dihari ketiga ini. Pasar Klewer membuat saya ingin menangis saat mengetahui harga-harga barang disana sangat murah. Saya membeli jaket-kemeja dengan corak batik tua hanya 40.000 rupiah dan baju itu bisa dibolak-balik dengan corak yang berbeda. Entah harga segitu termasuk murah atau mahal menurut anda. Lumayanlah buat oleh-oleh πŸ˜‰

Setelah Pasar Klewer, kami pindah ke PGS (semacam ITC solo) dan yak kami tidak dapat apa-apa karena harganya yang sedikit lebih mahal.

Setelah itu kami pergi ke Jalan Kalilarangan untuk membeli beberapa oleh-oleh makanan khas Solo. Mahal juga ternyata… -_-”

Perjalanan tidak berhenti sampai disitu. Saya lanjut makan sore di Selat Solo Mbak Lies! Lagi-lagi ENAAAAAK! Hahaha.. kayaknya semua makanan enak yah, kalo gak enak ya ga bakal jadi makanan! :p

Perut sudah hina sekali bentuknya akhirnya kami pulang kerumah Eno di Solo Baru. Istirahat sebentar sambil menunggu makan malam!

Makan malam kami adalah Bakmi Jowo Trah “Pak Kontjer. Ternyata perut masih lapar kamipun pesan lagi Capcay Goreng! Hahahaha… never stop to eat, it’s the greatest thing ever! πŸ™‚

Hari- 4 : Sate Kliwon dan Jogja

Pagi hari sekitar jam 7 kami sudah pergi ke daerah Bekonang untuk makan sate kambing di Pasar Kliwon (yak dari namanya sudah dapat ditebak kalau pasar ini cuman ada pas hari kliwon). Unik juga! Pas saya tanya ke pedagangnya, dia bilang karena yang jualan orang tua semua, jadi bukanya pas hari kliwon saja, kalo tiap hari kita gak kuat. Hahaha.. boleh jugaa..

Setelah makan, kami balik lagi ke rumah dan bersiap, mandi, dan packing!! Koper makin penuh dengan oleh-oleh, untungnya masih muat! Hahaha

Perjalanan ke Jogja hanya menempuh 1.5 jam perjalanan tanpa macet. Kami langsung menuju ke restoran Jejamuran untuk makan siang. ALL ABOUT MUSHROOM! Yak semuanyaaa jamur, sampai wedang pun ada yang menggunakan Jamur Lin Zhi (salah satu jamur yang paling mahal).

Setelah kenyang dengan jamur, kami bergegas ke Malioboro. Lagi-lagi kalap belanja! Khususnya oleh-oleh untuk teman-teman saya! Hahaha.. Banyak sekali bule disana yah. Senang dan bangga sekali rasanya melihat turis asing asyik belanja ditengah ramai, ruwet, dan panasnya Malioboro.

Belanja selesai jam setengah 4, saya dan Eno musti langsung ke Bandara Adjisoetjipto padahal flight kami jam 20.10. Maklum, yang nyupirin kami itu punya band dan musti balik lagi ke Solo untuk manggung. Hahaha..

Akhirnya, kami pun menunggu selama 4 jam di salah satu cafe yang harganya mirip OhLaLa dengan kualitas makanan beku yang sebenernya kita juga bisa bikin. -_-”

Trip yang sangat menyenangkan! Paling tidak saya menjauh dari hiru-pikuk Jakarta untuk beberapa saat. πŸ™‚

Iklan

2 Tanggapan to “Solo-Jogja Trip”

  1. nurrahman18 23 Juli 2010 pada 5:34 pm #

    kangen solo saya, hiks 😦

    • Uti 23 Juli 2010 pada 8:42 pm #

      wah si mas dari Solo toh?
      makasih sudah mampir ke blog saya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: